+86-371-88168869
Rumah / Pengetahuan / Rincian

Sep 24, 2024

Untuk apa fluopiram digunakan?

Penyakit nematoda simpul akar, sclerotinia, embun tepung, jamur abu-abu, penyakit busuk daun, dll. adalah penyakit yang paling umum dan paling serius pada banyak tanaman. Penyakit-penyakit tersebut mempunyai ciri-ciri penyebaran yang cepat, dampak buruk yang serius, dan kesulitan dalam pemberantasan. Terutama penyakit nematoda simpul akar, yang terutama menyerang akar di bawah tanah, lebih sulit dicegah dan dikendalikan, sehingga menyusahkan para petani. Hari ini, saya merekomendasikan fungisida-fluopyram yang sangat bagus. Cukup celupkan akarnya dengan bahan ini untuk mendapatkan efek pencegahan dan pengendalian yang baik.

1. Perkenalan dengan agen

Karena efeknya yang luar biasa dalam mencegah dan mengendalikan penyakit nematoda simpul akar, jamur abu-abu, embun tepung, jamur daun, jamur abu-abu dan penyakit lainnya, terutama dalam mencegah dan mengendalikan nematoda simpul akar, ini adalah yang pertama dengan efisiensi tinggi, rendah- nematisida beracun dan ramah lingkungan, yang telah menarik perhatian luas.

2. Mekanisme aksi

Fluopyram adalah penghambat suksinat. Patogen membutuhkan banyak energi dalam aktivitasnya. Energi dihasilkan oleh mitokondria. Ada beberapa enzim di membran dalam mitokondria. Enzim ini disebut enzim aktif suksinat. Transfer elektron perlu melalui serangkaian pos pemeriksaan dan diubah oleh enzim-enzim ini sebelum energi dapat dihasilkan.

Fluopyram menghambat aktivitas suksinat dehidrogenase pada membran bagian dalam mitokondria, mencegah transfer elektron dan dengan demikian mengganggu respirasi untuk membunuh patogen. Setelah nematoda diobati dengan fluopyram, nematoda dengan cepat menjadi kaku dan berbentuk jarum, dan aktivitasnya menurun tajam. Ini membunuh hama dan penyakit dengan cepat.

3. Fitur utama

(1) Bakterisida dan insektisida: Fluopyram dapat digunakan untuk mengendalikan lebih dari 10 penyakit seperti embun tepung, jamur abu-abu, jamur daun, sclerotinia, bercak daun, dll., dan juga dapat secara efektif mengendalikan nematoda simpul akar yang paling sulit dikendalikan. .

(2) Aktivitas tinggi: Fluopyram memiliki aktivitas tinggi. Dosis pestisida lain untuk mengendalikan nematoda simpul akar dihitung dalam kilogram, sedangkan fluopyram dihitung dalam miligram. Hanya diperlukan 0.024-0.03 ml agar satu tanaman dapat mengendalikan kerusakan nematoda simpul akar secara efektif.

(3) Efek jangka panjang: Fluopyram memiliki karakteristik konduksi sistemik yang baik. Fluopyram memiliki stabilitas yang baik di dalam tanah dan dapat terus diserap oleh akar tanaman untuk mencapai tujuan insektisida dan fungisida. Masa efektif pengendalian nematoda simpul akar bisa mencapai lebih dari 80 hari.

Powdery mildew

(4) Efisiensi tinggi dan toksisitas rendah: Menurut klasifikasi toksisitas pestisida di negara saya, fluopyram adalah fungisida dan nematisida dengan toksik rendah. Saat ini merupakan satu-satunya nematisida dengan toksisitas rendah yang bekerja cepat.

4. Tanaman yang bisa digunakan

Karena fluopyram dapat digunakan secara luas pada gandum, kacang tanah, tomat, mentimun, semangka, melon, kubis, anggur dan tanaman lainnya, namun karena bahan tersebut masih dalam perlindungan paten, harganya relatif tinggi dan biayanya jelas tinggi. Saat ini terutama dimanfaatkan untuk tanaman ekonomi yang bernilai tambah tinggi seperti tomat, mentimun, semangka, melon, anggur, dll.

Gray mold disease

5. Pengendalian sasaran

Hal ini terutama digunakan untuk mengendalikan nematoda simpul akar, embun tepung, jamur abu-abu, jamur daun, sclerotinia, bercak daun, busuk coklat dan penyakit lainnya.

Early blight

6. Teknologi aplikasi

(1) Pencegahan dan pengendalian penyakit nematoda simpul akar pada tanaman seperti mentimun, semangka, tomat, terong, dan stroberi: Saat menanam, celupkan akar ke dalam 1000-pengenceran kali lipat suspensi fluopyram 41,7% sebelum ditanam, atau mengairi akar dengan pengenceran 15,000-20,000-kali lipat suspensi fluopyram 41,7%, 200 ml per tanaman, lalu tutup dengan tanah. Hal ini secara efektif dapat mencegah kerusakan nematoda simpul akar, embun tepung, jamur abu-abu, sclerotinia, busuk coklat, bercak daun, serta hama dan penyakit lainnya, dan masa efektifnya bisa mencapai lebih dari 80 hari.

(2) Pencegahan dan pengendalian embun tepung, jamur abu-abu, antraknosa, hawar tanaman anggur, dan penyakit lainnya pada tanaman seperti mentimun, tomat, semangka, dan stroberi dapat dilakukan dengan menggunakan 25-30 ml/mu fluopyram 35% ·suspensi tebukonazol. Tambahkan 30-40 kg air dan semprotkan secara merata untuk mengendalikan terjadinya dan penyebaran penyakit di atas secara efektif.

Mengirim pesan